Mencintai Suami Orang Secara Sah adalah Fitrah Bukan Pelakor

29091 views Leave a comment
pixabay.com

Sebuah postingan di Facebook yang diberi judul “mencintai suami orang secara sah adalah fitrah bukan pelakor” tidak lama setelah diposting yang punya akun tersebut pada 20 Februari, 2 hari kemudian yang komennya sudah 7K, yang share 5.1K. Isinya sudah pasti pro dan kontra. Zaman sekarang mudah ya, kalau ingin cepat dikenal, cukup buat suatu postingan yang akan mengundnag pro kontra sudah dipastikan akan banyak yang memburu. Sayang sebagian besarnya terkadang dipertanyakan manfaatnya bagi pembacanya.

Sedang Ramai Tema Pelakor

Belakangan memang sedang ramai membicarakan pelakor, kemudian muncul postingan ini, tentu saja dengan mudah menyulut hati para perempuan. Bagi sebagian ornag mungkin biasa saja membacanya, bagi banyak orang mungkin ini sesuatu yang tentu saja tidak lumrah. Kemudian ada yang mengaitkannya dengan sunnah tentang poligami, bahasan yang tidak akan pernah habisnya untuk dibahas dikalangan laki-laki dan perempuan. Sebagian besar laki-laki mungkin merasa dimenangkan dengan adanya sunah ini. Sebagian besar perempuan tentu saja merasa, mengapa hanya sunnah ini saja yang selalu ramai dibahas. Padahal ada banyak sunnah lainnya yang sebaiknya dibahas dan diterapkan, tanpa ada yang merasa tersakiti.

Perempuan itu makhluk indah yang berperasaan halus, tapi mengapa dibanyak kasus yang berkaitan dengan sesama perempuan lainnya justru saling membenci, menjatuhkan, dan menyakiti. Seperti halnya dengan kasus pelakor, atau yang poligami tanpa persetujuan istri sahnya.

Semua Perbuatan akan Kembali ke Diri Sendiri

Islam memang tidak Mengenal hukum karma. Namun, selalu disebutkan bahwa hidup yang kita jalani adalah cerminan diri sendiri, apa yang kita buat akan sama dengan apa yang kita dapatkan. Menanam padi maka akan panen padi, tidak mungkin menjadi buah apel. Mengapa kita diajak untuk selalu berbuat baik, supaya kebaikan itu kembali kepada diri kita.

Jadi yuk, sebagai perempuan, berbuat baiklah dengan perempuan lainnya. Jangan saling menyakiti, jangan saling menjatuhkan. Mari saling mengingatkan dalam kebaikan. Saling mendukung untuk kebaikan. Kenapa? Karena perempuan, baik ibu ataupun calon ibu, merupakan pembimbing generasi yang akan datang. Di tangan perempuanlah sebagian besar asuhan generasi yang akan datang.

(Visited 1 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]
RELATED ITEMS